Selamat Datang Di Blog Elektronika SMKN5 ..... Media kolaborasi semua siswa Teknik Audio Video & Teknik Elektronika Industri... Upload hasil karya asli TERBAIK ANDA di sini ... Posting anda menjadi salah satu penilaian pendukung ...

Sabtu, 15 Juni 2013

Power Supply (M.Eky Saputera XI TEI B)



POWER SUPPLY
Power supply adalah sistem yang berfungsi untuk menyalurkan listrik atau bentuk energi jenis apapun pada beban atau sekelompok beban. Power supply digunakan sebagai pengganti sumber tenaga listrik baik sebagai sumber utama atau cadangan, seperti :
v  Mengubah bentuk listrik dari sumber ke bentuk tegangan yang diinginkan.Biasanya digunakan untu mengubah sumber AC 120 atau 240 volt ketegangan DC yang lebih rendah untuk digunakan pada peralatan elektronik.
v  Pengganti battery.
v  Generator atau alternator.



PRINSIP KERJA POWER SUPPLY
Pada power supply DC , terdapat rangkaian utama yang disebut Rectifier (penyearah) dan berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi DC, ada 2 jenis rectifier yang digunakan diantaranya :
Ø  Penyerarah setengah gelombang  (Half Wave Rectifier)
Design by Muhammad Eky Saputera



Ø  Penyerah gelombang penuh (Full Wave Rectifier)
Design by Muhammad Eky Saputera


JENIS – JENIS POWER SUPPLY 
1.        Power Supply Tidak Distabilkan
Power supply tidak distabilkan adalah jenis pencatu daya yang paling sederhana. Pada pencatu daya jenis ini, tegangan maupun arus keluaran dari pencatu daya tidak distabilkan, sehingga berubah-ubah sesuai keadaan tegangan masukan dan beban pada keluaran.
 2.        Power supply Distabilkan
Power Supply jenis ini menggunakan suatu mekanisme balik untuk menstabilkan tegangan keluarannya, bebas dari variasi tegangan masukan, beban keluaran, maupun dengung. Ada dua macam power supply distabilkan yaitu :
2.1  Power Supply Linear
Pada power supply linear menggunakan transformator untuk mengubah tegangan input yang tinggi (primer trafo) ke tegangan output yang rendah (sekunder trafo). Jika ingin menghasilkan tegangan DC digunakanlah sebuah rectifier. Sebuah kapasitor digunakan untuk meratakan gelombang arus pada rectifier, perbandingan antara tegangan DC yang keluar dengan tegangan AC yang ikut serta pada hasil outputnya disebut riak (ripple). Frekuensi gelombang ini tergantung pada ferkuensi gelombang AC pada input (contoh; 50 Hz, 60 Hz).
Tegangan DC yang dihasilkan oleh power supply tanpa pengaturan (unregulated power supply) bergantung pada jenis beban yang digunakan dan variasi tegangan input AC. Pada peralatan elektronik yang penting pengguanaan regulator linier akan mengunakan stabilize dan pengturan tegangan. Regulator seperti in akan secara langsung mengurangi riak dan noise pada keluaran arus DC.
Power supply linear yang dapat diatur ini biasanya digunakan pada tempat– tempat servis peralatan elektronik.

 

Power supply linear

Sumber; eki@ittelkom.ac.id  Kel VII Power Supply (Catu Daya)

Kelebihan power supply linear
Ø  Tidak sulit mendapatkan tegangan kerut/riak (ripple) sebesar 5mV 
      Ø  Regulasi lebih baik dibandingkan power supply switching

Blok Diagram Pwer Supply Linear




 2.2  Power Supply Switching
Power supply jenis ini memiliki prinsip kerja yang berbeda dengan power supply yang lain,dimana tegangan AC input langsung diubah menjadi tegangan DC tanpa melalui transformator. Tegangan tersebut dibagi menjadi beberapa bagian dengan saklar elektronik.
Frekuensi dan tegangan input yang tinggi pada tahap pertama dilewatkan oleh beberapa transformator step down yang akan berfungsi sebagai power supply linear. Setelah melewati transformator kedua sinyal AC kembali diubah menjadi sinyal DC oleh rectifier. Untuk menjaga agar tegangan output tetap konstan, power supply membutuhkan sebuah umpan balik (feedback) untuk mengontrol tegangan outputnya.
Biasanya power supply jenis ini dipakai pada komputer untuk memberikan daya yang dibutuhkan oleh komputer.
 



Power supply switching

Sumber; eki@ittelkom.ac.id  Kel VII Power Supply (Catu Daya)







4 komentar: