Selamat Datang Di Blog Elektronika SMKN5 ..... Media kolaborasi semua siswa Teknik Audio Video & Teknik Elektronika Industri... Upload hasil karya asli TERBAIK ANDA di sini ... Posting anda menjadi salah satu penilaian pendukung ...

Selasa, 18 Juni 2013

MATERI TRANSISTOR


MATERI TRANSISTOR

Dalam hal ini saya akan menjelaskan materi tentang transistor berupa :
A.          TEORI DASAR TRANSISTOR.
B.           CARA KERJA TRANSISTOR.
C.           RUMUS BESERTA CONTOH SOALNYA

A.          TEORI DASAR TRANSISTOR

Transistor adalah sebuah komponen elektronika yang dibuat dari bahan semikonduktor yang berfungsi sebagai Penguat Arus dan juga bisa sebagai saklar yang mempunyai 3 buah elektroda / 3 kaki yaitu: Basis, Colector, dan Emitor. Setiap Transistor mempunyai batas – batas arus colector dan arus emitor, sehingga arus sumber yang masuk tidak boleh lebih besar dari batasan arus colector dan batasan arus emitor tersebut. Keistimewaan Transistor yaitu kita bisa mengontrol arus yang besar ( Arus Colector ) dengan menggunakan arus yang kecil ( Arus Basis ). Transistor mempunyai 2 buah jenis yaitu: Jenis NPN, dan Jenis PNP.
Design by :  Nor Syifa


B.          CARA KERJA TRANSISTOR
CARA KERJA TRANSISTOR NPN


   Pemberian tegangan panjar pada transistor NPN agar transistor bekerja, dimana kaki Colector selalu terhubung dengan positif sedangkan kaki Emitor selalu terhubung dengan negatif.

 CARA KERJA TRANSISTOR PNP

 
    Pemberian tegangan panjar pada transistor PNP agar transistor bekerja, dimana kaki Colector selalu terhubung dengan negatif sedangkan kaki Emitor selalu terhubung dengan positif.


Keterangan untuk Cara Kerja Transistor NPN
Ketika 2 buah resistor di pasang seri maka akan berfungsi sebagai pembagi tegangan, kemudian R1 memberikan tegangan kepada Dioda Basis Collector dan R2 memberikan tegangan kepada Dioda Basis Emitor. Tegangan yang diberikan kepada Dioda Basis Collector adalah tegangan Reverse atau biasa disebut dengan tegangan Mundur karena positif (+) dioda Collector mendapatkan tegangan negatif (-) dan negatif (-) dioda Collector mendapatkan tegangan positif (+) sumber / baterai sedangkan tegangan yang diberikan kepada Dioda Basis Emitor adalah tegangan Forward atau biasa disebut dengan tegangan Maju karena positif (+) dioda Emitor mendapatkan tegangan positif (+) dan negatif dioda Emitor mendapatkan tegangan negatif (-) sumber / baterai. Dimana transistor akan berfungsi untuk mengalirkan arus dari kutub positif ke kutub negatif.
     
Keterangan untuk Cara Kerja Transistor PNP
Ketika 2 buah resistor di pasang seri maka akan berfungsi sebagai pembagi tegangan, kemudian R1 memberikan tegangan kepada Dioda Basis Collector dan R2 memberikan tegangan kepada Dioda Basis Emitor. Tegangan yang diberikan kepada Dioda Basis Collector adalah tegangan Forward atau biasa disebut dengan tegangan Maju karena positif (+) dioda Collector mendapatkan tegangan positif (+) dan negatif (-) dioda Collector mendapatkan tegangan negatif (-) sumber / baterai sedangkan tegangan yang diberikan kepada Dioda Basis Emitor adalah tegangan Reverse atau biasa disebut dengan tegangan Mundur karena positif (+) dioda Emitor mendapatkan tegangan negatif (-) dan negatif dioda Emitor mendapatkan tegangan positif (+) sumber / baterai. Dimana transistor akan berfungsi untuk mengalirkan arus dari kutub positif ke kutub negatif.
   
Dalam rangkaian tersebut berlaku Hukum OHM yang bunyinya yaitu Arus Berbanding Lurus Dengan Tegangan Dan Berbanding Terbalik Dengan Hambatan Yang Berlaku Dalam Sebuah   RESISTOR.

Juga berlaku Hukum Kirchoff Arus yang bunyinya yaitu Jumlah Arus Yang Masuk Pada Suatu Titik Cabang Sama Dengan Arus Yang Keluar Dari Titik Cabang Tersebut.

 
                                         
                                          Keterangan :

                                          HFE :  Faktor penguatan arus dari Transistor
                                          IC     :  Arus Colector
                                          IE     :  Arus Emitor
                                          IB     :  Arus Basis
 


Contoh Soal :
1.      Jika diketahui IB = 2,5 mA dan  HFE = 100, maka IC  =  HFE x IB
 =  100 x 2,5 mA
 =  250 mA

2.      Jika diketahui IC = 100 mA dan HFE = 100, maka IB =  IC / HFE
 =  100 mA x 100
 =  1 mA

3.      Jika diketahui IB = 3 A dan IC = 7 A, maka IE =  IB + IC
=  3 A + 7 A
=  10 A


Sekian postingan dari saya semoga dapat bermanfaat :)

2 komentar:

  1. kan background blog warna hitam kenapa tulisan dibawah gambarnya warna biru jadi kurang jelas dibaca ,kenapa gak diganti aja dengan warna lain biar lebih jelas

    BalasHapus